Promosi Panggilan
 

Adakah tempat di hatimu untuk melayani Tuhan?

Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Panggilan tersebut merupakan undangan dari Tuhan untuk memilih cara hidup terbaik yang akan di persembahkan kepada Tuhan dari hati terdalam. Apakah Anda terpanggil untuk mengikuti Yesus dengan menjadi murid-Nya secara khusus dalam hidup bakti?
 
Pertanyaan ini terbuka bagi setiap orang yang ingin menjawab panggilan Tuhan.
Bila Anda ingin berguna bagi Allah untuk menyelamatkan sesama, tak ada jalan lain kecuali mempunyai kebebasan batin dan membiarkan Roh Kudus berkarya secara leluasa dalam diri Anda.
 
Kami mengajak Anda untuk menjadi pribadi  yang terdalam disentuh oleh Roh Ilahi Yesus yang penuh kreativitas sehingga Anda sanggup menjadi murid–murid perempuan Yesus yang lebih bersemangat untuk membantu saudara-saudari kita. Terutama untuk mengarahkankan hidup mereka kepada Allah dalam iman sehingga mereka pun boleh mengalami kasih Allah.
 
Melalui kharisma inilah kami mengajak Anda untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam menengemban misi Yesus dengan memulai  peziarahan awal sebagai bagian dari Suster Notre Dame (SND).
 
Jika Anda tertarik dan ingin mengenal lebih dalam tentang SND, silahkan kontak:



Sr. Maria Monika, SND( monikaekowatisnd9@gmail.com)
Sr. Rita Maria, SND ( fibriyantisnd@yahoo.co.id )
Sr. Maria Yohana, SND ( yoh_frans@yahoo.com


AKSI PANGGILAN DI FILIPINA
Sr.Maria Yosefa , SND

Kegiatan Aksi Panggilan di Filipina telah terjadwalkan setiap tahun  pada masing-masing keuskupan. Mereka mengundang seluruh kongregasi  yang melayani di Filipina,  terutama  bagi kongregasi yang terdaftar sebagai anggota AMRSP (Association of Major Religious Superior of Women in the Philippines). Aksi Panggilan  merupakan program rutin  bagi Gereja Filipina. Team Fomater Keuskupan, menggelar aksi panggilan di pertengahan tahun ajaran, yaitu  antara bulan  November – Maret.
Meski sudah terprogram secara rapi, aksi panggilan tetap merupakan tanggung jawab berat untuk  mempromosikan hidup  religius kepada kaum muda dan keluarga  Filipina  yang hampir 100 persen beragama katolik. Namun, hal ini tak menjadi halangan bagi kami, justru merupakan tantangan untuk menembus mereka.

Kegiatan Bersama Dalam Satu Pekan :

  • The Vocation Campaign, menyebarkan brosur  ke paroki di seluruh keuskupan, sekolah, collages, dan universitas. Kami juga menggelar panel diskusi maupun personal approach  dengan membagi tiap peserta ke dalam  kelompok-kelompok.
  • Motorcade, keliling kota .
  • Vocation Jambore,  sehari semalam bersama kaum muda dengan acara yang diisi para religius, kaum muda, orang tua, serta mengundang speasker. Acara diisi dengan refleksi, berjoget, dan ditutup perayaan Misa,
  • Vocation Promotion menjadi penekanan bersama lewat pengenalan kongregasi dan mencari  kontak  pribadi untuk kemudian dilanjutkan dengan text mate.

 
Mengapa sulit mendapatkan panggilan menjadi religius? Para pemudi seringkali dituntut kewajiban menopang perekonomian keluarga dan adik-adik mereka yang masih membutuhkan biaya. Desakan kebutuhan ekonomi ini kadangkala melunturkan panggilan. Berdasarkan pengalaman kami, kami harus mengadakan pendekatan terhadap pemudi yang terpanggil sekaligus memelihara panggilan itu. Pada umumnya, mereka langsung ikut dan bergabung pada kongregasi begitu mengalami ketertarikan. Maka kami pun harus selalu siap. Jika janji kita terlambat, mereka akan masuk ke kongregasi lain yang datang kepada mereka. Inilah tantangan kami para religius di Filipina dalam mencari panggilan ….siapa cepat ..itulah yang dapat. 

Tahapan Proses Aksi Panggilan di Filipina :    

  • Perkenalan waktu untuk Vocation Promotion Bersama atau kunjungan ke sekolah–sekolah dan universitas dengan membagikan brosur serta format yang perlu diisi oleh yang berminat (nama, alamat, telepon/HP).
  • Mengundang “Search In“  sehari bersama suster, mengenal lebih dekat tentang kongregasi dan semangatnya.
  • Jika  seorang pemudi positif  ingin masuk menjadi suster, maka kami  menemui orang tua mereka  dan mengunjungi keluarganya sambil menjelaskan kepada orangtua mengenai hidup sebagai seorang religius.
  • Pada umumnya tiap kongregasi mengunjungi sekolah  pada bulan Maret sambil memastikan mereka yang positif mau masuk biara karena graduation dilaksankan pada bulan April sehingga  mereka harus sudah siap memasuki masa aspiran.
  • Waktu terpenting untuk memelihara panggilan mereka adalah pada masa serch in dan  masa aspiran. Kami harus tulus hati menerima pribadi tersebut, menyemangati, memotivasi, menunjukkan semangat SND, dan menyesuaikan dengan budaya setempat. Kesaksian hidup kita sebagai SND harus jelas. Kita adalah  model bagi mereka sehingga harus berusaha mempunyai satu hati dan satu kata dalam proses pendampingan, karena mereka masih dalam tahap pencarian.  Inilah  pengalaman SND  di Filipina dalam pendampingan para aspiran yang berbeda bangsa. Kami seringkali lupa bahwa mereka adalah mereka, namun kami tetap satu dalam semangat SND.  

Karakter Promoter Panggilan :

  • Dapat mengintegrasikan Iman dalam hidupnya. (a.l Comfort in relationship with people, serventhood, has a deep conviction of one’s religious and Christian vocation)
  • Academic Training  (pernah mengikuti kursus VP, Should understand  the developmental, psychological and religious signs which are appropriate to each stage of human development)
  • Seorang  yang bisa berelasi. (A balance personality, able to related to people and articulate her own religious commitment as a woman of God)
  • Seorang yang mempunyai Global Vision.

Ini menjadi kewajiban  kita semua. Tidak hanya suster yang bertugas, tetapi kita semua  tanpa kecuali. Secara langsung maupun tidak langsung, kita adalah :
“ VOCATION PROMOTERS “ .

Pengalaman mengadakan vocation promotion sebagai SND di Mindanau  dan sekitarnya:

  • Dalam promosi panggilan, kami bekerjasama dengan para imam dan awan untuk membantu penyediaan penginapan, akomodasi, sampai  berpromosi lewat kunjungan keluarga dan sekolah.
  • Prompang yang sudah kami jalani antara lain:  perjalanan menuju Cagayan de Oro, berputar lewat Cebu dengan kapal Cocaliong selama 12 jam, kemudian dilanjutkan dengan kapal Trans Asia menuju Cagayan de Oro pada sore hari,  selama 12 jam. Perjalanan yang cukup pajang, dua hari dua malam di atas lautan hingga mendaki gunung dan menaiki ojek. Dari pengalaman itu, Tuhan akan memelihara dan tetap akan memelihara dalam melalang buana serta mencari mutiara Tuhan dengan senyum penuh kepercayaan meski melalui kedingkilan Ilagan, dengan menebar benih panggilan, dan trir up the grace of religious vocation in the heart of the young women.

Formation House Philippines .
Independence Day
August 17, 2009
Sr. Maria Yosefa, SND


Lambang Kongregasi
Visi dan misi
Sejarah SND
Formatio di SND
Semangat SND
Kharisma SND
Ibu Rohani SND
Pendiri SND
Ko-pendiri SND
Photo Suster misionaris yang pernah di Indonesia

 
 

Website counter