SND Houses / Komunitas - Komunitas SND

Biara Santo Yosef, Pekalongan

Lampu kapel dinyalakan kembali di Jalan Diponegoro 13, Pekalongan sebagai tanda berdirinya sebuah biara pada 18 Agustus 1959. Biara baru dengan nama Biara Santo Yosef lahir dilandasi semangat spiritualitas otentik. Pesta pelindung biara yaitu Santo Yosef Pekerja diperingati setiap tanggal 19 Maret. Suster pertama yang berkarya di biara ini adalah Sr. Maria Norberta, Sr. Maria Romualda, Sr. Maria Wilfrida, Sr. Maria Joanni dan Sr. Maria Gerarda.

Biara Santo Yosef hadir dengan karya awal di bidang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang kemudian berkembang ke Rumah Sakit bersalin, Sekolah Menengah Pertama (SMP), pastoral care, penitipan anak, hingga asrama untuk karyawan dan perawat yang semuanya itu masih eksis hingga saat ini. Keberadaan bagunan yang digunakan untuk perkembangan karya biara ini juga berkembang tahap demi tahap, diawali dengan pembelian sebidang tanah milik suster Ursulin.

Seiring perkembangan karya SND di Biara Santo Yosef, maka TK Santo Yosef yang berada satu komplek dengan Biara Santo Yosef di Jalan Barito dipindahkan ke Jalan Progo (TK yang sekarang). Pemindahan tersebut terutama karena rumah biara akan dirobohkan untuk direnovasi dan digunakan sebagai Rumah Provinsi. Tanggal 11 Februari 1972 merupakan hari bersejarah ditandai dengan peletakan batu pertama untuk renovasi Rumah Biara Santo Yosef.

Menebarkan semangat pendiri ke tempat yang lebih dalam dan membawa kabar sukacita dalam bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan sosial, dan pastoral care; mengerakkan komunitas ini untuk bergerak maju dalam pelayanan di tengah–tengah tantangan dunia saat ini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai karya Komunitas Santo Yosef, silahkan menghubungi :

Sr. Yoanna Marie, SND
Suster-Suster Notre Dame Santo Yosef
Jl. Diponegoro 13 Pekalongan 51146
Jawa Tengah Indonesia
Telp 0062 / 0285-422409 sr_yoannamsnd@yahoo.co.id


Biara Santa Theresia, Rembang
 
Berawal pada tahun 1964 dengan lahirnya seorang putri Rembang, Sr. Maria Ignasia menjadi SND, maka tumbuhlah hasrat baru bagi Romo Severi, CM untuk mengembangkan iman umat melalui karya pastoral di Rembang, yaitu dengan menggundang kehadiran para suster SND untuk membuka biara di tempat ini.
 
Pada 9 April 1967, tawaran tersebut terealisasi dengan kedatangan para pioner suster SND pertama, yaitu Sr. M. Wienand, Sr. M. Marga, Sr. M. Elana, dan Sr. M. Tadea yang diawali dengan pemberkatan biara baru dengan nama: Biara Santa Theresia oleh Uskup Surabaya Mgr. Drs. J.A.M. Klooster. 
 
Rumah biara baru tersebut adalah rumah kosong yang telah dibeli oleh suster SND, yang sampai saat ini masih dihuni oleh para suster SND dan terletak di  Jalan Dr. Sutomo 21, Rembang. Adapun karya awal yang di tangani adalah karya Pastoral di Gereja Rembang.
 
Seiring dengan perjalan waktu, karya pelayanan terus berkembang dengan karya layanan poliklinik, rumah sakit bersalin, kursus ketrampilan, penitipan anak, serta sekolah TK. Karya yang telah berlangsung di Biara Santa Theresia, Rembang. Dengan dukungan partisipasi dari pastor paroki serta umat setempat, maka terlaksanalah usaha para suster SND untuk mengembangkan sayap di Rembang.
 
Pada tahun 1970, para suster menerima tawaran untuk membeli sebidang tanah beserta pekarangan di Jalan Gambiran No. 5, Rembang dengan dua lokasi berdampingan.  Selanjutnya, Sekolah Taman Kanak-Kanak dipindah ke lokasi di Jalan Gambiran tersebut berdampingan dengan lokasi Novisiat. Sementara, poliklinik, rumah bersalin serta kursu keterampilan telah dilaksanakan di Santa Theresia.
 
Pada tahun 1971, Novisiat Jalan Begawan No. 31 Pekalongan pindah ke Jalan Gambiran No. 5,  Rembang. Seiring perjalanan waktu, kondisi cuaca dan air ternyata tidak begitu bagus bagi para suster muda/novis sehingga banyak yang jatuh sakit. Atas kebijaksanaan pemimpin novisiat, mereka lalu pulang kembali ke tempat asalnya di Pekalongan dan rumah tersebut digunakan kembali untuk Panti Asuhan Marganingsih.
 
Kebaikan Tuhan tetap menuntun kelangsungan karya para suster SND dengan misi utama membantu orang-orang miskin dan terpingirkan. Maka Tuhan masih meminta kembali untuk mengembangkan misi ini dengan membuka rumah baru pada 12 Februari 1973 di Blora untuk karya pelayanan orang yang sakit kusta, TK, poliklinik, dan kunjungan orang sakit atau orang miskin. Dengan keterbatasan tenaga dan semakin meningkatnya tuntutan, maka karya di Blora ditutup pada tahun 1980. SND  kemudian memperkuat karya di Santa Theresia Rembang yang masih berlangsung hingga saat ini.   
 
Digerakkan oleh semangat misioner dalam menanggapi kebutuhan zaman dan membagikan belas kasih Allah kepada sesama, Komunitas Santa Theresia tetap maju mengembangkan karyanya di dalam melayani sesama yang miskin dan terpingirkan.
 
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai karya Biara Santa Theresia, silahkan menghubungi :

Sr. Maria Yosea, SND
Suster – suster Notre Santa Theresia
Jl. Dr. Sutomo 21 Rembang 59217
 Jawa Tengah, Indonesia
Telp 0062 / 0295 – 691073


Biara Santa Yulia Sukorejo

Berawal dari undangan Pastor Paroki Isodorus, Sukorejo, Pastor F.Knetsch, SJ untuk menyalurkan cinta kasih dalam melayani umat di bidang kesehatan, maka SND hadir di wilayah Sukorejo untuk membuka biara baru.

Biara baru dengan nama Biara Santa Yulia itu mulai dibuka setelah mendapat persetujuan dan izin  dari Uskup Agung Semarang J. Card Darmojuwono melalui surat izin no. 695/B/I/a/69.- tertanggal 16 Juli 1969.

Lokasi karya baru tersebut terletak tepat di samping komplek Gereja Isodorus Sukorejo. Karya pertama yang ditangani adalah berupa karya kesehatan dengan membuka poliklinik dan poliklinik keliling ke desa-desa yang di tangani oleh Sr. M. Mikaila, SND.

Operasional poliklinik ini berjalan seizin dari Bupati Kepala daerah Kendal pada 24 Januari 1975. Wilayah pelayanan kesehatan mencakup Surokanto Wetan / Kulon-Kecamatan Pageruyung, Sidodadi - Kecamatan Patean, dan Manggungmangu – Kecamatan Plantungan

Karya lain yang ditangani oleh komunitas ini adalah memberikan penyuluhan hidup sehat, peningkatan gizi, kebersihan lingkungan, mengajar TK Kanisius, Mengajar SD Kanisius, SMP Kanisius, merenda, menyulam, ketrampilan memasak, membantu di asrama pastoral, dan pastoral care.

Hingga saat ini, karya yang masih tetap berlangsung adalah poliklinik, pengobatan alternatif, dan pastoral care. 

Berada bersama mereka dengan seluruh pribadi-Nya, mengenal kerapuhan dan kekuatan mereka dalam pelayanan menjadikan karya SND di wilayah sukorejo ini tetap hidup dalam meluhurkan warisan Notre Dame. 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai karya Biara Santa Yulia, silahkan menghubungi :

Sr. Maria Yusta, SND
Suster – suster Notre Santa Yulia
Jl. Sapen Raya 36 Sukorejo Kendal 51363
Jawa Tengah, Indonesia
Telp 0062 / 0294- 451003



  [1]   [2]   [3]   [4]   [5]   [6]   [7]  
 
 

Website counter