SND Houses / Komunitas - Komunitas SND

Biara Stella Matutina Wini

Perjalanan mengarungi lautan dengan Kapal Barito oleh Sr. Marieta, Sr. M. Margaritis, Sr. M. Evarista, dan Sr. M. Petra yang diantar oleh Sr.M. Vinsentin mengawali perjalanan misi baru SND di kepulauan bagian Timur Indonesia pada 27 Mei 2003.
Pelayaran tersebut mereka tempuh dengan membawa aneka barang untuk kebutuhan dua komunitas baru yang berangkat secara bersamaan, yaitu Komunitas Stella Matutina Manamas Atambua dan komunitas Maria Bintang Laut Oeleta Kupang. Membawa muatan barang seberat 600 kg, mereka akhirnya tiba dengan selamat di lokasi tujuan pada 2 Juni 2003 pukul 01.00 waktu Kupang.
Dengan memegang teguh semboyan ibu rohani "Kita ubah batu menjadi emas", SND bergerak untuk berkarya di Manamas yang merupakan daerah yang berbatu-batu di perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Kehadiran mereka disambut oleh Mgr. Pain Ratu, SVD pada 04 Juni 2003 di Manamas.
Kerjasama dari berbagai pihak sangat mendukung kelancaran pembukaan biara baru hingga tahapan penerimaan secara adat yang di terima oleh para suster SND. Tari-tarian, musik tradisional, perarakan, pakaian adat, hiasan uang dinar, hingga pantun menghiasi kelancaran acara serah terima oleh kepala adat kepada para suster sebagai tanda penerimaan sebagai anggota keluarga.
Puncak acara ditandai dengan pemberkatan rumah baru melalui misa kudus pada hari Pentekosta, 08 Juni 2003. Hari itu bertepatan dengan hari thanks giving/syukur atas hasil panen. Seusai misa, acara dilanjutkan dengan serah terima tanah dari umat kepada Suster SND untuk perkembangan karya Gereja, pelayanan umat, dan pembangunan biara SND yang baru dengan nama Biara Stella Matutina dengan pesta pelindung yang diperingati setiap 25 Maret.
Lokasi tanah pertama yang menjadi tempat tinggal SND berada di Desa Benus, Manamas, Kefamenanu Keuskupan Atambua. Saat ini SND sudah memiliki tanah dan rumah yang berada di Wini, maka status komunitas Stella Matutina pindah ke Wini per 01 Oktober 2012, meski masih berkarya di Manamas.
Menjangkau yang jauh, merengkuh belas kasih tak terbatas menjadi semangat baru bagi SND yang berkarya di Komunitas Stella Matutina ini.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai karya Biara Stella Matutina,
silahkan menghubungi :

Suster- suster Notre Dame Stella Matutina
Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini
Kelurahan Humusu, Kecamatan Insana Utara
Kabupaten Timur Tengah Utara Kefamenanu
Timor - NTT (Nusa Tengara Timur) INDONESIA


Biara  Maria Bintang Laut Oeleta, Kupang

Provinsial SND Sr. M. Yosefa menanggapi harapan gereja untuk pengembangan diri kaum perempuan dalam bidang ketrampilan dengan membuka karya baru di Kupang. Bekal keterampilan yang diberikan agar perempuan dapat membantu perekonomian keluarga antara lain adalah dalam bidang menjahit, memasak, dan pastoral care.

Hal itu mendapat tanggapan dari Kongregasi dengan persetujuan dewan dan Pemimpin Umum di Roma.

Maka pada 27 Mei 2003, dua pioner yaitu Sr.Marieta sebagai pemimpin komunitas, pengajar menjahit dan memasak serta Sr. M. Margaritis yang berkarya di bidang Pastoral Care mulai bertolak ke Kupang. Mereka hadir bersama-sama dengan komunitas Stella Matutina, yaitu Sr. M. Evarista dan Sr. M. Petra.

Mereka mengawali perjalanan misi baru di Komunitas Maria Bintang Laut Oeleta di wilayah Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Suasana kegembiraan meliputi prosesi penerimaan SND oleh Dewan Paroki St. Gregorius Agung Oeleta, Kupang dan umat setempat pada 10 Juni 2003. Acara makan malam bersama juga diiringi dengan lagu-lagu Timor dan tarian Sajojo. Hari tersebut merupakan momentum bersejarah bagi komunitas baru yang diberi nama Komunitas Maria Bintang Laut Oeleta, Kupang. Komunitas ini merayakan pesta pelindung setiap tanggal 8 Desember.

Dengan menempati bilik kecil di komplek gereja yang diberkati pada 17 Juni 2003 oleh Romo Piet, Pr, karya baru tersebut mulai dilaksanakan. Mereka mengawali karya pelayanan dengan kunjungan ke stasi-stasi di antaranya di  P. Semau dengan mengunakan pump boat selama 2 – 3 jam perjalanan jika tidak ada badai.

Karya di komunitas tersebut kini sudah berkembang sesauai dengan rencana semula, yaitu dengan membuka kursus menjahit untuk kaum perempuan.

Menjadi Kristus bagi dunia dengan menjaga kharisma yang tetap hidup dan bergetar dalam membawa kabar gembira bagi mereka yang miskin dan tersingkir menjadikan SND Komunitas Maria Bintang Laut tetap hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai karya Biara Maria Bintang Laut, silahkan menghubungi :

Sr. Marieta, SND
Suster – suster Notre Dame Bintang Laut
Paroki Gereja Gregorius Agung Oeleta
Kec. Alak Kab. Kupang Timor NTT Indonesia
Telp 0062 / 0380 – 838600


Komunitas SMU Santo Mikael, Warak

Keyakinan yang disertai dengan keberanian untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Allah dan kepada jiwa-jiwa menjadi motor penggerak bagi SND untuk berkarya di lingkup komunitas Sekolah Menengah Umum Santo Mikael. SND mencoba memulai misi baru guna mendidik, membina, dan mengembangkan jiwa-jiwa generasi muda penerus bangsa.

Komunitas SMU Santo Mikael merupakan pengembangan dari Komunitas Sendang Asih/Santo Aloysius, Dengung yang bergerak dalam bidang pendidikan SMU dan asrama SMU khususnya bagi mereka yang berasal dari luar kota dan luar pulau Jawa.

SMU Santo Mikhael berdiri sejak Juni 1984. Sr. Maria Kanisia,SND berperan sebagai pemula karya SMU Santo Mikhael sekaligus sempat menjabat sebagai Kepala Sekolah pada kurun waktu Juli 1984–1989. Pada awalnya, SMU tersebut belum memiliki asrama. Seiring semakin meningkatnya kebutuhan murid akan tempat tinggal, maka didirikanlah asrama putra dan putri  dengan nama Asrama Santo Mikael di kompleks sekolah SMU Santo Mikael pada tahun 1994. Asrama ini dirintis oleh Sr. Maria Kostka, SND.

Kehadiran SMU Santo Mikael dan Asrama Santo Mikael semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat seiring dengan bertambahnya jumlah siswa dan peningkatan jumlah penghuni asrama. Karena ruang yang tersedia semakin menyempit, maka muncul gagasan untuk memisahkan lokasi asrama putra dan asrama putri.

Selain itu, muncul pula pemikiran untuk pembinaan yang lebih intensif. Imbauan dari pemerintah daerah agar asrama putra dan putri tidak berlokasi dalam satu komplek juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Sr. M. Kanisia sebagai pemimpin Komunitas Asrama Putri (Aspi) untuk memisahkan kedua asrama tersebut.

Pada 27 Juni 2005, terwujudlah impian pemisahan asrama dengan peletakan batu pertama untuk asrama putri yang diiringi dengan misa pemberkatan oleh Romo Paroki Mlati, Romo Istoto, Pr.

Terselesainya pembangunan asrama putri merupakan wujud kelimpahan berkat dari Tuhan kepada Komunitas SMU Santo Mikael sehingga bisa menyambut dengan ramah generasi muda yang hendak masuk ke asrama putri. Pada 5 Desember 2005, asrama baru ini sudah mulai ditempati. Bagunan Aspi didiriakn di atas sebidang tanah seluas 12.211 meter persegi yang dibeli dari Bapak Urbanus.

Lokasi yang terletak di luar Kompleks SMU Santo Mikael ini diberkati dan diresmikan oleh Vikep DIY Romo Bernadus Saryanto Wiryaputra, Pr yang didampingi oleh Pastor Paroki  Mlati Pastor A Sudarisman, dan Pastor Istoto Raharjo, Pr. Momentum ini juga dihadiri oleh Provinsial SND Sr. Maria Virgo, SND serta para suster dari komunitas-komunitas di jawa, Pastor OCD, Bruder CSA, pegawai, siswa-siswi SMU Santo Mikael, dan para undangan lainnya.

Menjadi alat Tuhan untuk mengikuti Yesus dalam misi Notre Dame guna mengubah pribadi manusia dan semua tatanan hidup yang sesuai dengan misi Yesus di tengah gejolak kehidupan  kaum muda masa kini, semakin menggerakkan karya SND di  komunitas ini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai karya komunitas SMU Santo Mikael, silahkan menghubungi :

Sr. Maria Kanisia, SND
Suster – suster Notre Dame
SMU St. Mikael – Sumberadi, Mlati,
Sleman, Yogyakarta 55288
Jawa Tengah Indonesia
Telp 0062 / 0274-868606, Fax 0062 / 0274 - 866569


  [1]   [2]   [3]   [4]   [5]   [6]   [7]  
 
 

Website counter